Perencanaan Struktur Balok Anak

Balok Beton
Perhitungan struktur balok anak relatif sederhana, karena balok anak di desain untuk membagi luasan plat lantai agar tidak melendut dan tidak terjadi getaran pada plat saat ada aktivitas di atasnya. Melihat fungsinya yang relatif sederhana, maka balok anak cukup didesan untuk menerima beban mati dan hidup saja, tanpa didesain menerima beban gempa. Tahap perhitungan balok anak adalah sebagai berikut :
  1. Menentukan Dimensi,
  2. Menentukan Beban- beban yang bekerja,
  3. Menentukan Gaya Dalam,
  4. Menghitung Tulangan Utama,
  5. Menghitung Tulangan geser (Sengkang),
  6. Gambar
Detail tahap perhitungan balok adalah dijelaskan sebagai berikut :

Tutorial Belajar SAP 2000 dan ETABS

Buku SAP 2000
Kemampuan penguasaan software perencanaan struktur terumata ETABS dan SAP 2000 sangat penting, terutama bagi para Engineer yang bergelut di Dunia konstruksi. Kemahiran dalam menguasai software tersebut dapat dimulai saat masih menjadi mahasiswa Teknik Sipil dan dapat lebih diperdalam saat sudah terjun di Dunia konstruksi. Kasus- kasus perencanaan struktur gedung, rangka kuda- kuda, perencanaan gudang, tangki air, dll tentu tidak lepas dari Perencanaan Struktur dengan software SAP 2000 dan ETABS. Belajar dari banyak proyek yang telah Kami kerjakan, akhirnya Kami membuat Tutorial Belajar Perencanaan Struktur Gedung dengan ETABS. Mengapa untuk kasus perencanaan struktur gedung Kami menggunakan ETABS..? Berikut kelebihan ETABS daripada SAP 2000 :
  1. Fitur/ fasilitas yang lebih lengkap (untuk kasus perencanaan struktur gedung),
  2. Lebih ringan dan cepat saat diinstal di Computer daripada SAP 2000,
  3. Lebih cepat dalam melakukan running analysis daripada SAP 2000,
  4. Lebih cepat saat melakukan pemodelan struktur,
  5. Tampilan 2D dan 3D yang bisa mencover seluruh elemen,
  6. Tampilan yang hampir sama dengan SAP 2000, karena dibuat oleh perusahaan yang sama pula (CSI), sehingga Anda yang sudah biasa menjalankan SAP 2000 tidak akan bingung saat mengoperasikan ETABS.
Ebook ini membahas dengan detail cara mendesain struktur gedung dengan ETABS yang meliputi :

Perhitungan Struktur Pelat Lantai

Pelat Lantai
Pelat lantai adalah bagian dari eleman gedung yang berfungsi sebagai tempat berpijak. Perencanaan elemen pelat lantai tidak kalah pentingnya dengan perencanaan balok, kolom, dan pondasi. Pelat lantai yang tidak direncanakan dengan baik bisa menyebabkan lendutan dan getaran saat ada beban yang bekerja pada pelat tersebut. Data teknis plat lantai yang akan Kita rencanakan kali ini adalah sebagai berikut :
  • Mutu beton, f’c = 30 MPa
  • Sisi bentang panjang, Ly = 7,2 m
  • Sisi bentang pendek, Lyx = 2,4 m
  • Tegangan leleh baja tulangan, fy = 240 MPa
  • Diameter tulangan = P 8 dan P 10
Denah dari plat lantai yang akan di desain ditunjukkan pada Gambar berikut :

Cara Membuat Diagram Interaksi Kolom dengan PCA CoL

Kolom Beton
Kolom adalah bagian dari elemen struktur Gedung yang menerima beban aksial (P) dan Beban Lentur Momen (M). Nah, untuk mengetahui kemampuan kolom tersebut dalam menerima beban yang bekerja, Kita perlu membuat Diagram Interaksi Kolom yaitu Diagram yang menggambarkan hubungan antara gaya aksial (P) dan momen (M). Pada kasus kali ini, perhitungan struktur kolom yang direncanakan adalah kolom di lantai 2 As F-3. Analisis komponen struktur kolom yang menerima kombinasi lentur dan beban aksial pada bangunan dengan kategori gedung Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) direncanakan berdasarkan ketentuan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2002 Pasal 23.4. Letak kolom yang  ditinjau ditunjukkan pada Gambar 1.

Cara Menghitung Kuat Dukung Pondasi Tiang Pancang

Pondasi Tiang Pancang
Perhitungan daya dukung tiang pancang tunggal yang akan Kita bahas kali ini ditinjau berdasarkan nilai N-SPT dan CPT. 

Daya Dukung Berdasarkan Hasil Bor Log (N-SPT)
Uji bor atau Soil Penetration Test (SPT) dilakukan untuk mendapatkan nilai daya dukung ijin pondasi berdasarkan data nilai N-SPT dengan menggunakan metode Meyerhoff dan faktor keamanan atau safety factor (SF) sebesar 2. Data N-SPT untuk tanah yang ditinjau ditunjukkan pada Gambar berikut.

DOWNLOAD SNI Gempa Terbaru SNI 03-1726-2012

sni gempa 2012
Peraturan SNI Gempa yang terbaru (SNI 03-1726-2012) banyak mempunyai perbedaan dibandingkan SNI Gempa sebelumnya (SNI-03-1726-2002). SNI sebelumnya masih mengacu pada UBC 1997 (Uniform Building Code) yang menggunakan gempa rencana 500 tahun dengan probabilitas 10% terlampaui dalam 50 tahun umur bangunan, sedangkan SNI Gempa terbaru mengacu pada ASCE 2010 (American Society of Civil Engineers) yang menggunakan gempa rencana 2500 tahun  dengan probabilitas 1% terlampaui dalam 50 tahun umur bangunan.
SNI Gempa Terbaru tersebut dapat download disini.
Free Backlinks